Sunday, April 29, 2012
Puisi Cerita
Lantunan nada-nada ceria, mengiringi langkahku. Menyatukan aku dengan udara yang hangat di pagi ini. Matahari melambaikan cahayanya, seakan menerjemahkan apa arti hidup jika cinta menyelimuti jiwa sang remaja. Lukisan alam yang terlihat biasa, kini menjadi luar biasa. Karena Cinta, semua menjadi mungkin. Seperti ketika ku coba mencintaimu, mencoba masuk kedalam hidupmu. Rasakan indahnya jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Rasakan harapan untuk memilikimu adalah mungkin.Perlahan, rasa itu semakin kuat. Senyummu meyakinkanku, tawa serta candamu tak urung membosankanku. Hariku indah, hidupku terasa berarti. Kau terus meyakinkanku, akan ada saatnya kau jadi milikku. Aku terus berharap, menahan degupan jantung yang sangat cepat ketika menatap matamu.Tak kurasa, sebenih air mata yang hadir membasahi lamunanku. Hingga aku tersadar, disana.. Disana kau duduk, duduk menatap matanya. Dan, disini aku yang hanya dapat berharap, berharap dan berharap yang ternyata kau telah menemukan mutiara hatimu. Jadi? Apa arti diriku selama ini? Tak dapat aku sangkali. Dirinya lebih berarti. Pergilah, tinggalkan aku disini, ucapkan selamat tinggal, berikan senyum manismu, untuk terakhir kalinya, tatap mataku dan biarkan aku menangis dihadapanmu.Langkahkan tapakmu menjauh dariku, tinggalkan aku disini, biarkan aku menangis, rindu akan hadirmu, rindu akan tawamu, rindu akan senyummu, yang tak kan pernah habis termakan sang waktu, sang waktu yang selalu menghabiskan sisa umurku, untuk menatapmu, melihatmu bahagia bersamanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 Comments:
Post a Comment